Rinciannya terdiri dari :
- DSP bulana = Rp. 100.000
- Pemantapan =Rp. 25.000
- Komputer/internet = Rp. 15.000
- Tabungan pelepasan =Rp. 25.000
Apalagi mereka semua dituntuk membayar SPP itu sampai bulan Juni, padahal kegiatan belajar mengajar pada bulan Mei dan Juni sudah berakhir. Pernah suatu masa sang siswi bertanya pada seorang staff di bagian administrasi, "Bu kenpa kita harus bayar sampe Juni? kan kita udah nggak belajar ? terus pemantapan juga nggak ada?", Ibu itupun menjawab "eh, kan harus bayar untuk pelepasan kalian juga, udah enak dikasih waktu 2 bulan, bayarnya kalo bisa sekarang biar nanti pas UN udah tenang nggak ada tanggungan lagi". Sang siswi membalas "ya udah bu, kita harusnya bayar untuk pelepasan aja, kan kita juga nggak nikmati internet, trus kbm juga udah selese." Ibu bagian admin pun menjawab dengan jawaban yang sama sekali tidak nyambung. Pada intinya semua siswa kelas 3 harus melunasi SPP sampai bulan Juni.
Hal ini benar-benar membuktikan sekolah negri itu hanya mementingkan masalah uang dan tidak memikirkan pendidikan murid-muridnya. Cerita ini diambil berdasarkan cerita nyata, mungkin hal ini dapat. menggambarkan bagaimana keadaan NEGARA INDONESIA yang kita cintai ini (mungkin~). Apa kalian juga mengalami hal yang sama? Apa yang sebaiknya harus kita lakukan? Sebagai murid dan sebagai masyarakat dalam negri yang sudah RUSAK INI. Saya hanya berharap kepada siapapun terutama para penguasa yang MEMPUNYAI HARI YANG BERSIH untuk memperbaiki keadaan yang sudah kacau. PARA PEMBACA TOLONG PIKIRKAN BAIK-BAIK PESAN YANG DISAMPAIKAN.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
haik..minnasan...dozo... silakan memberikan saran dan kritik yang membangun...pake bahasa yang sopan ya...
arigatou minnasan...